Penanaman kreativitas di ekstrakurikuler science club SD Muhammadiyah Pakel program plus

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.30738/trihayu.v9i2.13984

Kata Kunci:

Kreativitas; Sains Club; Ektrakurikuler; SD; Siswa

Abstrak

Menghadapi abad ke 21, Indonesia membutuhkan SDM dengan kreativitas dan skill untuk menghasilkan output berupa karya bermanfaat unuk orang banyak. Oleh karena itu, diperlukan program-program sekolah untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar dengan keterampilan kreatif untuk menjadi problem solver kelak di kemudian hari. Dengan latar belakang itu maka penelitian ini bertujuan untuk memaparkan beberapa aspek di antaranya yaitu cara yang digunakan, faktor yang katalis dan inhibitor dalam penginkubasian kreativitas melalui tambahan jam di luar waktu pembelajaran yaitu ekstrakurikuler Science Club di SD Muhammadiyah Pakel Program Plus.  Penelitian ini digolongkan pada tipikal penelitian deskriptif kualitatif. Fokus utama penelitian ini yaitu pelaksanaan ekstrakurikuler Science Club dalam menanamkan kreativitas pada siswa yang mengikuti ekstra tersebut. Peneliti melakukan pengelompokan data yang diperlukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumen-dokumen yang diperlikan. Subjek penelitian yang diperlukan datanya adalah pimpinan sekolah sekolah, 2 instruktur ekstrakurikuler Science Club, dan 6 siswa. Validitas data dilakukan melalui proses triangulasi baik teknik maupun sumber. Data dianalisis dengan data interaksi induksi dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inkubasi kreativitas melalui ekstrakurikuler Science Club Club di SD Muhammadiyah Pakel Program Plus dilihat dari 1) Aspek kreativitas yang ditanamkan yaitu (1) Kognitif (aptitude) berupa keterampilan berpikir lancar, luwes, orisinil, dan memperinci. (2) Afektif (nonAptitude) berupa rasa ingin tahu dan bersikap merasa tertantang. 2) Strategi inkubasi kreativitas dengan 4 tahap yaitu pribadi, proses, pendorong, dan produk. 3) Faktor pendukungnya ialah stimulus mental, kondisi lingkungan, dan peran pendidik. Faktor penghambatnya yaitu evaluasi, reward, dan kompetisi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anggorowati, N. P. (2011). Penerapan model pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran sosiologi. Komunitas: International Journal Of Indonesian Society And Culture, 3(1). DOI: https://doi.org/10.15294/komunitas.v3i1.2303

Beetlestone, F. (2012). Creative Learning: Strategi Pembelajaran Untuk Melesatkan Kreativitas Siswa. Bandung. Nusa Media.

BSNP. (2010). Laporan BSNP 2010. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Budiarti, Y. (2015). Pengembangan kemampuan kreativitas dalam pembelajaran IPS. Jurnal pendidikan ekonomi UM Metro, 3(1), 61-72. DOI: https://doi.org/10.24127/ja.v3i1.143

Chatib, Munif. (2016). Pendidiknya Manusia. Bandung: Kaifa.

Dichler, P. A. (2010). Teaching the 3 Cs: Kreativitas, Curiosity and Courtesy: Activity that Build a Foundation of Succes. Thousand Oaks, CA: Corwin.

Florida, R. dan Mellander, C. (2015). Global Kreativitas Index. Toronto: Martin Prosperity Institute.

Indradi, A. (2017). Pembentukan Karakter Kritis Dan Kreatif Melalui Pembelajaran Bahasa Dan Keteladanan Guru Bahasa. FKIP e-PROCEEDING, 645-654.

Juliantine, T. (2009). Pengembangan kreativitas siswa melalui implementasi model pembelajaran inkuiri dalam pendidikan jasmani. penelitian-pendidikan, 163.

Karim, S. dan Daryanto. (2017). Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Gava Media.

Kenedi, K. (2017). Pengembangan Kreativitas Siswa dalam Proses Pembelajaran di Kelas II SMP Negeri 3 Rokan IV Koto. Suara Guru, 3(2), 329-348.

Mahfud, M. (2017). Berpikir dalam belajar; membentuk karakter kreatif peserta didik. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1).

Manfaat, B., & Kurniasih, I. (2012). Pengaruh Emotional Quotient (Eq) Terhadap Kreativitas Berpikir Matematika Siswa (Studi Kasus Di Kelas Viii Smpn 4 Kota Cirebon). Cirebon: EDUMA.

Moleng, L. J. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Montatalu. (2014). Bermain dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Muqodas, I. (2015). Mengembangkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 9(2).

Rachmawati, Y dan Kurniatai, E. (2012). Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Kencana.

Redhana, I. W. (2019). Mengembangkan keterampilan abad ke-21 dalam pembelajaran kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1).

Rohani, R. (2017). Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Media Bahan Bekas. Jurnal Raudhah, 5(2).

Sadirman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajagrafindo.

Sari, S. M. (2005). Peran ruang dalam menunjang perkembangan kreativitas anak. Dimensi Interior, 3(1).

Undang-Undang No. 20 Tahun (2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Windyariani, S. (2019). Pembelajaran Berbasis Konteks Dan Kreativitas:(Strategi Untuk Membelajarkan Sains Di Abad 21). Deepublish.

Unduhan

Diterbitkan

11-01-2023

Cara Mengutip

Hidayat, P. ., & Megawati, I. . (2023). Penanaman kreativitas di ekstrakurikuler science club SD Muhammadiyah Pakel program plus . TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 9(2), 116–130. https://doi.org/10.30738/trihayu.v9i2.13984

Citation Check