Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Gaya Kognitif Materi Kubus dan Balok

Authors

  • Tri Hindro Sayogo Universitas muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA - UHAMKA, Indonesia
  • Rizki Dwi Siswanto Universitas Muhammaiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia
  • Nurafni Nurafni Universitas Muhammaiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/union.v8i2.7073

Keywords:

analisis, koneksi matematis, gaya kognitif, kubus dan balok

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik ditinjau dari gaya kognitif pada materi kubus dan balok. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Subjek penelitian yaitu 4 peserta didik kelas IX-8 SMPN 21 Kota Bekasi, yang terdiri dari 2 peserta didik bergaya kognitif Field Dependent dan 2 peserta didik bergaya kognitif Field Independent. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen Group Embedded Figures Test (GEFT), tes kemampuan koneksi matematis, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi yaitu dengan membandingkan data hasil tes kemampuan koneksi matematis dan hasil wawancara peneliti dengan subjek. Hasil penelitian menunjukan subjek bergaya kognitif Field Dependent dan Field Independent yang dapat mencapai 3 dari 6 indikator kemampuan koneksi matematis adalah S1,S3, S4, sedangkan S2 hanya memenuhi 1 indikator kemampuan koneksi matematis.

References

Ariawan, R., & Nufus, H. (2017). Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa. Jurnal THEOREMS (The Original Research of Mathematics), 1(2), 82–91.

Desmita, D. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Remaja Rosdakarya.

Hendriana, H., Rohaeti, E. E., & Sumarmo, U. (2017). Hard skills dan soft skills matematik siswa. Bandung: Refika Aditama.

Lestari, K. E. (2014). Implementasi Brain-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi dan Kemampuan Berpikir Kritis serta Motivasi Belajar Siswa SMP. JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA, 2(1), 36–46.

Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2006). PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.

NCTM. (2000). Standards for School Mathematics. Reston, Va: NCTM.

Ngilawajan, D. A. (2013). Proses Berpikir Siswa SMA dalam Field Independent dan Field Dependent. PEDAGOGIA, 2(1), 71–83.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2016). PISA 2015 database. OECD, Paris, France.

Rufi’i. (2011). Dampak Gaya Kognitif terhadap Perolehan Belajar Konsep Statistika. WAHANA, 57(3), 88–96.

Sugiyono, P. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Sumarmo, U. (2013). Berpikir dan Disposisi matematik serta Pembelajarannya. Bandung: UPI.

Uno, H. B. (2006). Orentasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Warih, S., Dwi, P., Parta, I. N., & Rahardjo, S. (2016). Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Teorema Pythagoras.

Published

2020-07-01

How to Cite

Sayogo, T. H., Siswanto, R. D., & Nurafni, N. (2020). Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Peserta Didik Ditinjau dari Gaya Kognitif Materi Kubus dan Balok. Union : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 8(2), 277–288. https://doi.org/10.30738/union.v8i2.7073

Issue

Section

Artikel

Citation Check