Pemahaman etika keilmuan dalam konteks bimbingan dan konseling: Perspektif filsafat ilmu

Authors

  • Rachel Devita Suharto Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Henny Indreswari Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Yuliati Hotifah Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/wd.v12i1.16465

Keywords:

Filsafat Ilmu, Etika Keilmuan, Bimbingan dan Konseling, Science Phylosophy, Scientific Ethics, Guidance And Counseling

Abstract

Dari sudut pandang filsafat, etika merupakan suatu penilaian terhadap baik buruknya diri manusia. Filsafat ilmu hadir memiliki tujuan sebagai pedoman bagi manusia agar dapat melangsungkan hidupnya dengan bijaksana. Setiap ilmu pengetahuan memiliki aksiologi yang tujuan pemanfaatannya untuk kesejahteraan hidup manusia. Dalam etika nilai kebaikan dari perilaku manusia menjadi persoalan yaitu perilaku yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, maupun Tuhan. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang sarat nilai, oleh karena itu merupakan ilmu multidisiplin. Tujuan penulisan artikel ini adalah menambah wawasan pengetahuan terkait penerapan etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling yang dikaji melalui pendekatan dari perspektif filsafat ilmu.  Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah studi kepustakaan dengan mencari literatur dari media buku, jurnal penelitian, dan artikel penelitian yang sesuai dengan fokus kajian. Pembahasan yang dikaji mengenai filsafat ilmu, etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling, serta etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling ditinjau dari filsafat ilmu.

 

Understanding scientific ethics in the context of guidance and counseling: A philosophy of science perspective

 

Abstract: From a philosophical point of view, ethics is an assessment of the good and bad of humans. The philosophy of science exists to serve as a guide for humans so they can live their lives wisely. Every science has an axiology whose aim is to use it for the welfare of human life. In ethics, the value of goodness in human behavior becomes an issue, namely responsible behavior towards oneself, society, the environment and God. Guidance and counseling is a value-laden science, therefore it is a multidisciplinary science. The purpose of writing this article is to increase knowledge regarding the application of scientific ethics in guidance and counseling which is studied through an approach from the perspective of the philosophy of science. The method used in writing articles is literature study by searching for literature from books, research journals and research articles that match the focus of the study. The discussion examined concerns the philosophy of science, scientific ethics in guidance and counseling, and scientific ethics in guidance and counseling in terms of the philosophy of science.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aniswita, A., Neviyarni, N., Mudjiran, M., & Nirwana, H. (2021). Kode etik konseling: Teoritik dan praksis. Inovasi Pendidikan, 8(1a). https://doi.org/10.31869/ip.v8i1a.2745

Bahrum, B. (2013). Ontologi, epistemologi dan aksiologi. Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 8(2), 35–45. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/1276

Brammer, L. M., & Shostrom, E. L. (1982). Therapeutic psychology; Fundamental of counseling and psychotherapy (4th ed.). Prentice Hall.

Cania, L. F. (2023). Kajian ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam bimbingan konseling. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 6(2), 125. https://doi.org/10.30598/jbkt.v6i2.1716

Corey, G. (2015). Theory and practice of group counseling. Cengage Learning.

Drees, W. B. (2003). Is nature ever evil?: Religion, science, and value. Routledge.

Ellis, A. (2010). Rational emotive behavior therapy: It works for me-it can work for you. Prometheus Books.

Faiz, A., Dharmayanti, A., & Nofrita, N. (2018). Etika bimbingan dan konseling dalam pendekatan filsafat ilmu. Indonesian Journal of Educational Counseling, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.30653/001.201821.26

Gie, T. L. (2010). Pengantar filsafat ilmu. Liberty.

Hastiani, H., & Rahmi, N. (2021). Peranan filsafat ilmu bimbingan dan konseling dalam kompetensi konselor multikultural di Indonesia. Jurnal Konseling Gusjigang, 7(1). https://doi.org/10.24176/jkg.v7i1.8425

James, W. (2007). The principles of psychology (Vol. 1). Cosimo, Inc.

Komara, E. (2011). Filsafat ilmu dan metodologi penelitian. Refika Aditama.

Maftukhin, M. (2015). Ilmuwan, etika dan strategi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 10(1), 199–226. https://doi.org/10.21274/epis.2015.10.1.199-226

Majid, I. A., Junaedy, A. G., Sutarno, S., & Mahardika, I. K. (2023). Kajian etika keilmuan dalam filsafat sains. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(17), 133–141. https://doi.org/10.5281/zenodo.8289170

Muktapa, M. I. (2021). Implikasi filsafat ilmu dan etika keilmuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern. Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan), 3(2), 20–29. https://doi.org/10.52005/belaindika.v3i2.73

Rahayu, S. W. (2015). Kontribusi filsafat ilmu terhadap etika keilmuan masyarakat modern. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 17(3), 533–553. https://jurnal.unsyiah.ac.id/kanun/article/view/6086

Rogers, C. R. (1963). The concept of the fully functioning person. Psychotherapy: Theory, Research & Practice, 1(1), 17–26. https://doi.org/10.1037/h0088567

Sanprayogi, M., & Chaer, M. T. (2017). Aksiologi filsafat ilmu dan pengembangan keilmuan. Al Murabbi, 4(1), 105–120. http://ejournal.kopertais4.or.id/mataraman/index.php/murabbi/article/view/3088

Sharf, S. R. (2015). Theories of psychotherapy & counseling: Concepts and cases (5th ed.). Cengage Learning.

Suaedi, S. (2016). Pengantar ilmu filsafat. IPB Press.

Suhartono, S. (2007). Dasar-dasar filsafat (3rd ed.). Ar-Ruzz Media.

Sung, J., & Hanna, S. D. (1996). Factors related to risk tolerance. Financial Counseling and Planning, 7, 11–19. https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=8284

Wegmann, M. (2013). Philosophy and counseling: A case study [University of New Orleans Theses and Dissertations]. https://scholarworks.uno.edu/td/1778/

Wilujeng, S. R. (2019). Filsafat, etika dan ilmu: Upaya memahami hakikat ilmu dalam konteks Keindonesiaan. An-Nuha, 17(1), 79–90. https://doi.org/10.14710/humanika.17.1

Downloads

Published

2024-02-01

How to Cite

Suharto, R. D., Indreswari, H., & Hotifah, Y. (2024). Pemahaman etika keilmuan dalam konteks bimbingan dan konseling: Perspektif filsafat ilmu. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 12(1), 1–8. https://doi.org/10.30738/wd.v12i1.16465

Citation Check

Most read articles by the same author(s)