Evaluasi pelakasanaan program pendidikan inklusif di Madrasah Aliyah Negeri Maguwoharjo Yogyakarta

Ana Eka Suryati, Samsi Haryanto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan inklusif di MAN Maguwoharjo. penelitian ini merupakan penelitian Evaluasi model CIPP dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode Observasi, wawancara dan dokumentasi. Evalusi Contex menunjukkan program pendidikan inklusif telah memiliki landasan kebijakan yang jelas dan memiliki tujuan program yang relevan. Evaluasi   Input menunjukkan krakteristik ABK terdiri dari siswa ABK tuna netra dan tuna daksa, GPK berlatar belakang pendidikan S1 pendidikan luar biasa dan    telah  menjalankan  fungsinya  dengan  baik.  Pendidik  belum  semua  guru  mengikuti  pelatihan tentang pendidikan inklusif. Sarana prasarana berupa aksesibilitas fisik belum optimal. Kuikulum yang digunakan merupakan KTSP yang berlaku untuk semua siswa. Pembiayaan program belum memiliki anggaran khusus penyelenggaraan pendidikan inklusif. (3) Evaluasi Process menunjukkan bahwa dalam proses pengelolaan telah memiliki manajer inklusif, dan memiliki jaringan dengan stake holder, Proses pembelajaran telah sesuai dengan kurikulum perlu pengembangan media bagi siswa berkebutuhan khusus. (4) Evaluasi Product menunjukkan siswa ABK mampu mencapai prestasi akademik dan non akademik yang membanggakan.

 

Abstract

The study aim at evaluating the implementation of inclusive education program at MAN Maguwoharjo This research study is evaluation research using CIPP model from Stufflebeam's with a qualitative approach. The technique of data collection uses the methods of observation, interview, and documentation. Context Evaluation shows that inclusive education program already has a clear basis of regulation and objectives relevant to ABK needs. (2) input evaluation shows the characteristics of ABK consist of blind and deaf ABK students. GPK has the educational background of bachelor degree on inclusive education.The educator has fulfilled the minimum educational qualification of bachelor degree but not all teachers followed the workshop on inclusive education. The facilities on physical accessibility are still not optimum. The curriculum used is KTSP, which is applied for all students. The funding of the program does not include special calculation on the implementation of inclusive education. (3) Process evaluation shows that in terms of managing process, they already have an inclusive manager and contact with the stakeholder. (4) Product evaluation shows The ABK students have the good academic achievement and nonacademic ability


Keywords


evaluasi program; model CIPP; inklusif



DOI: http://dx.doi.org/10.30738/wd.v4i2.2277

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.30738/wd.v4i2.2277.g1243

Article Metrics

Abstract view : 575 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 457 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan



Creative Commons License
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/wd.

 

Wiyata Dharma Stats