Instrumen percaya diri siswa untuk sekolah menengah pertama

Main Article Content

Imam Santosa

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana guru mengukur nilai percaya diri, mengetahui bentuk instrumen pengukuran nilai percaya diri, dan mengetahui kecenderungan nilai percaya diri siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan sampel penelitian siswa kelas VII SMP. Teknik wawancara dan observasi digunakan untuk mengetahui bagaimana guru mengukur nilai percaya diri. Prosedur pengembangan instrumen yakni: model hipotetis; validasi ahli menggunakan teknik Delphi; revisi I; uji keterbacaan; revisi II; uji coba agak luas; revisi III; uji coba luas; instrumen final;dan implementasi instrumen final. Analisisnya yang dilakukan meliputi: validitas butir menggunakan analisis korelasi product moment; uji reliabilitas menggunakan formula Cronbach Alpha; validitas isi;  validitas konkuren; dan validitas konstruk menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian: guru menggunakan jurnal  dalam  melakukan  pengukuran  nilai  percaya  diri  siswa, instrumen nilai percaya diri valid dan reliabel dengan 5 indikator memuat 37 butir pernyataan terdiri atas 19 butir valensi dan 18 butir faktual, dan kecenderungan nilai percaya diri siswa SMP Negeri 1 Bantul dalam kategori tinggi.

 

Abstract

The purpose of this study was to determine how the teachers measure the value of self-confidence, the form of the self-confidence value measuring instruments, and the tendency of students’ self-confidence value. The type of this research was research and development with VII grade students as the research sample. Interview and observation techniques were used to know how the teachers measure the self-confidence value. The instrument development procedures were: hypothetical models; expert judgement using the Delphi technique; revision I; legibility trial; revision II; more trial; revision III; comprehensive trial; final instrument; implementation of the final instrument. The analysis involves the validity of items using product-moment correlation analysis; reliability test using Cronbach Alpha formula; content validity; concurrent validity; and construct validity using factor analysis. The results of this research showed that teachers used journals in measuring of students' self-confidence value, instruments of self-confidence of valid and reliable with 5 indicators containing 37 items of statements, consisting of 19 valence items and 18 factual items, and the trends in students' self-confidence values of SMP N 1 Bantul related to mathematics subjects were in the high category.

Article Details

How to Cite
Santosa, I. (2019). Instrumen percaya diri siswa untuk sekolah menengah pertama. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 7(1), 66–75. https://doi.org/10.30738/wd.v7i1.3615
Section
Artikel
Author Biography

Imam Santosa, SMP Negeri 1 Bantul

.

References

Arifin, Z. (2012). Evaluasi pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Arikunto, S. (2002). Dasar-dasar evalusi pendidikan. Jakarta: BumiAksara.

Arikunto, S. (2006). Evaluasi program pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Aryani, N.P.D. (2013). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Manggis tahun pelajaran 2012/2013. Denpasar: FKIP Universitas Mahasaraswati.

Bimo, W. (1991). Psikologi sosial (suatu pengantar). Yogyakarta: Andi Offset.

Cahyani, I. (2012). Modul pembelajaran bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia

Darmansyah. (2013). Teknik penilaian sikap spritual dan sosial dalam pendidikan karakter di Sekolah Dasar 08 Surau Gadang Nanggalo. Padang: Universitas Negeri Padang.

Depdiknas. (2008). Panduan penulisan butir soal. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Depdiknas. (2008). Pengembangan perangkat penilaian afektif. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Depdiknas. (2008). Rancangan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Djaali & Pudji, M. (2008). Pengukuran dalam bidang pendidikan.. Diakses tanggal 1 Oktober 2018. Pukul 09.00 WIB

Djaali. (2007). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Djemani, M. (2004). Penyusunan tes hasil belajar. Yogyakarta: UNY.

Erman S, dkk. (2001). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: UPI.

Isbandi, R.A. (1994). Psikologi, pekerjaan sosial, dan ilmu kesejahteraan sosial: Dasar-Dasar Pemikiran.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ismun, N.N. (2012). Pengembangan perangkat penilaian afektif dan karakter pada pembelajaran fisika untuk sekolah menengah atas. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Junaidi. (2010). Tabel r (Koofisien Korelasi Sederhana). http://junaidichaniago.wordpress.com. Diakses pada 9 Desember 2013.

Kemendikbud. (2013). Pedoman penilaian pencapaian kompetensi peseta didik SMK. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Model penilaian proses dan hasil belajar peserta didik sekolah menengah atas. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Pedoman guru mapel matematika wajib SMA-SMK. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Pembelajaran mata pelajaran matematika melalui pendikatan saintifik. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Laela C.O. (2012). Pengembangan insturmen penilaian sikap peserta didik SMA/MA pada pembelajaran kimia materi pokok asam basa dan koloid. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Mulyasa. (2007). Menjadi guru profesional menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nazarudin. (2007). Manajemen pembelajaran implementasi konsep, karakteristik dan metodologi pendidikan agama Islam di sekolah umum. Yogyakarta: Penerbit Teras.

Ngalim, P. (2003). Psikologi pendidikan. Bandung: PT Rosdakarya.

Permendiknas. (2014). No 104 tentang Pedoman Penilaian.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Supriati. (2018). Pengembangan instrumen pengukuranan toleransi pada siswa SMP Negeri 40 Purworejo. Artikel. Diambil pada tanggal 8 Januari 2018, dari http:// jurnal.ustjogja.ac.id.

Suryabrata, S. (1998). Pengembangan alat ukur psikologis. Yogyakarta:

Syamsu, Y., & Juntika N. (2006). Landasan bimbingan dan konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Thoha, C. (2001). Pengantar evaluasi pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

W.S. Wingkel S.J. (1984). Psikologi pendidikan dan evaluasi belajar. Jakarta: PT Gramedia.