Instrumen penilaian sikap sosial peserta didik sekolah menengah kejuruan terkait dengan mata pelajaran matematika

Main Article Content

Arif Budi Setiawan

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengembangkan intrumen penilaian sikap sosial peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terkait dengan pelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah R & D, dengan langkah-langkah penelitian yang dikembangkan oleh Sugiono. Menurut Sugiono penelitian R & D adalah suatu proses yang dipakai untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan prodak tersebut. Hasil penelitian uji validas & realibilitas dari 40 soal yang diuji coba kepada 58 siswa terdapat 1 soal tidak valid dan realibilias soal diperoleh  0.871 yang berarti bahwa pada hasil uji lapangan relibilitas soal sangat tinggi. Dengan rincian soal yang valid dari item faktual positif 10 soal, item faktual negatif 10 soal, valensi positif 9 soal dan item valensi negatif 10 soal. Dari 39 soal valid dilakukan uji penilaian sikap sosial dengan mengampbil sampel 33 siswa. Penilaian sikap sosial dari 33 siswa diperoleh hasil  rata-rata sebesar 119 , nilai tengah sebesar 120 , nilai sering muncul sebesar 121 dan simpangan baku sebesar 4,99678. Untuk skor tertinggi sebesar 127 dan skor terendah sebesar 109.

 

Instruments for assessment social attitude of students of vocational high school related math subjects

 

Abstract

This research aims to develop assessment instruments of the social attitude of students of vocational high school (SMK) related math lessons. The method of this research used R & D, and the steps of the research developed by Sugiono. According to Sugiyono, R & D research is a process used to produce a particular product and test the effectiveness of these products. The results of the study test validity & reliability of the 40 questions tested to 58 students there is 1 question is invalid and reliability question obtained   0.871  which means that the results of field tests have very high reliability. The details of the valid question of positive factual item of 10 question, a negative factual item 10 question, positive Valence 9 question and negative Valence item 10 question. From the 39 valid questions a social attitude assessment test was conducted by taking a sample of 33 students. The assessment of the social attitudes of 33 students obtained the average results is 119, the middle value is 120, the value often appears is 121 and the standard deviation is 4.99678. The highest score is 127 and the lowest score is 109.

Article Details

How to Cite
Setiawan, A. B. (2019). Instrumen penilaian sikap sosial peserta didik sekolah menengah kejuruan terkait dengan mata pelajaran matematika. Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 7(1), 85–94. https://doi.org/10.30738/wd.v7i1.3810
Section
Artikel

References

Arifin, Z. (2012). Evaluasi pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Aryani, N.P.D. (2013). Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar pada siswa kelas VIII E SMP Negeri 1 Manggis tahun pelajaran 2012/2013. Denpasar: FKIP Universitas Mahasaraswati.

Bimo, W. (1991). Psikologi sosial (suatu pengantar). Yogyakarta: Andi Offset.

Cahyani, I. (2012). Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia

Darmansyah. (2013). Teknik Penilaian Sikap Spritual dan Sosial dalam Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar 08 Surau Gadang Nanggalo. Padang: Universitas Negeri Padang.

Depdiknas. (2008). Panduan Penulisan Butir Soal. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Depdiknas. (2008). Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Depdiknas. (2008). Rancangan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktoral Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Derektoral Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Djaali. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Erman S, dkk. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI.

Isbandi, R.A. (1994). Psikologi, Pekerjaan Sosial, dan Ilmu Kesejahteraan Sosial: Dasar-Dasar Pemikiran.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ismun, N.N. (2012). Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif Dan Karakter Pada Pembelajaran Fisika Untuk Sekolah Menengah Atas. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Junaidi. (2010). Tabel r (Koofisien Korelasi Sederhana). http://junaidichaniago.wordpress.com. Diakses pada 9 Desember 2013.

Kemendikbud. (2013). Pedoman Penilaian Pencapaian Kompetensi Peseta Didik SMK. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Model Penilaian Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik Sekolah Menengah Atas. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Pedoman Guru Mapel Matematika Wajib SMA-SMK. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Kemendikbud. (2014). Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Melalui Pendikatan Saintifik. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah.

Laela C.O. (2012). Pengembangan Insturmen Penilaian Sikap Peserta Didik SMA/ MA Pada Pembelajaran Kimia Materi Pokok Asam Basa dan Koloid. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Djaali & Pudji, M. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan.Google Books. html. Diakses tanggal 1 Oktober 2018. Pukul 09.00 WIB

Djemani, M. (2004). Penyusunan Tes Hasil Belajar. Yogyakarta: UNY.

Mulyasa. (2007). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nazarudin. (2007). Manajemen Pembelajaran Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum. Yogyakarta: Penerbit Teras.

Ngalim, P. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Rosdakarya.

Permendiknas. (2014). No 104 tentang Pedoman Penilaian.

Supriati. (2018). Pengembangan Instrumen Pengukuranan Toleransi Pada Siswa SMP Negeri 40 Purworejo. Artikel. Diambil pada tanggal 8 Januari 2018, dari http:// jurnal.ustjogja.ac.id.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, S. (2002). Dasar-Dasar Evalusi Pendidikan. Jakarta: BumiAksara.

Arikunto, S. (2006). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryabrata, S. (1998). Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta:

Syamsu, Y., & Juntika N. (2006). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Thoha, C. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

W.S. Wingkel S.J. (1984). Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: PT Gramedia.